Lompati ke konten utama

6 Negara yang Aktif Mendorong Pertanian Organik dan Penggunaan Pupuk Organik

Pertanian Berkelanjutan

Dari Asia hingga Eropa, berbagai negara mulai memperkuat pertanian organik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas tanah, lingkungan, dan ketahanan pangan.

Pertanian organik tidak lagi hanya menjadi pilihan bagi sebagian petani. Di berbagai belahan dunia, pemerintah mulai mengembangkan kebijakan, program edukasi, insentif, hingga bantuan bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan input pertanian sintetis.

Mengapa pertanian organik semakin didorong?
Kebijakan tersebut umumnya berkaitan dengan tiga tujuan utama: menjaga kesehatan tanah, mengurangi dampak lingkungan, dan membangun sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
1

Bhutan

Kampanye & Kebijakan Berambisi menjadi salah satu negara dengan sistem pertanian yang sepenuhnya organik.

Bhutan dikenal memiliki ambisi kuat dalam mengembangkan pertanian organik. Pemerintah mengembangkan kerangka kebijakan pertanian organik dan mendorong petani untuk memanfaatkan sumber daya lokal.

Salah satu pendekatannya adalah meningkatkan kemampuan petani dalam membuat kompos, pupuk organik, dan pupuk hayati secara mandiri. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian dari luar serta menjaga kualitas lingkungan dan tanah.

2

India

Program Utama Paramparagat Krishi Vikas Yojana (PKVY) dan gerakan Zero Budget Natural Farming (ZBNF).

India memiliki berbagai program untuk mendorong praktik pertanian organik dan pertanian alami. Salah satunya adalah Paramparagat Krishi Vikas Yojana (PKVY), yang mendukung kelompok petani dalam menerapkan sistem pertanian organik.

Penggunaan bahan lokal seperti kompos, kotoran ternak, pupuk organik, dan input biologis menjadi bagian penting dalam berbagai praktik tersebut.

2016 Sikkim menjadi negara bagian India yang menerapkan pertanian organik secara luas.
PKVY Program pemerintah untuk mendukung kelompok petani dalam pertanian organik.
3

Sri Lanka

Kebijakan Pengurangan penggunaan pupuk kimia dan pengembangan pertanian berbasis input organik.

Sri Lanka pernah menerapkan kebijakan penghentian penggunaan pupuk kimia secara sangat cepat pada tahun 2021. Kebijakan tersebut menimbulkan berbagai tantangan dan kemudian mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian terhadap pendekatan transisi pertanian.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju pertanian organik membutuhkan perencanaan, edukasi petani, ketersediaan pupuk organik, pembenahan kondisi tanah, serta penerapan yang bertahap.

4

Vietnam

Program Rencana Pengembangan Pertanian Organik 2020–2030.

Vietnam mengembangkan pertanian organik sebagai bagian dari upaya meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mempertahankan daya saing produk pertanian di pasar internasional.

Pemerintah mendorong pengembangan industri pupuk organik dan penggunaan pupuk hayati, terutama pada komoditas penting seperti kopi, beras, buah-buahan, dan berbagai produk pertanian lainnya.

5

Uni Eropa

Strategi Farm to Fork Strategy sebagai bagian dari European Green Deal.

Uni Eropa menempatkan pertanian organik sebagai salah satu bagian penting dari transformasi sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

25% Target proporsi lahan pertanian organik Uni Eropa pada tahun 2030.
>26% Proporsi lahan pertanian organik Austria, salah satu pemimpin organik di Eropa.

Berbagai negara anggota menyediakan insentif finansial dan dukungan bagi petani yang menerapkan praktik pertanian organik atau mengurangi penggunaan input sintetis.

6

Kuba

Model Pertanian Organopónicos dan pengembangan pertanian berbasis input lokal.

Kuba menjadi salah satu contoh menarik dalam pengembangan pertanian dengan ketergantungan yang lebih rendah terhadap input pertanian impor. Krisis pasokan pupuk dan bahan pertanian pada dekade 1990-an mendorong pengembangan berbagai alternatif berbasis sumber daya lokal.

  • Pupuk hayati dan mikroorganisme bermanfaat
  • Kompos dan bahan organik
  • Vermikompos
  • Pengendalian hama secara biologis
  • Pertanian perkotaan melalui sistem Organopónicos

Pendekatan tersebut kemudian menjadi salah satu contoh bagaimana sistem pertanian dapat beradaptasi ketika akses terhadap input pertanian konvensional menjadi terbatas.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa pengembangan pertanian organik tidak hanya bergantung pada penggunaan pupuk organik. Keberhasilannya juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, edukasi petani, ketersediaan bahan baku, teknologi produksi pupuk organik, kondisi tanah, insentif ekonomi, serta akses pasar.

Dengan demikian, pupuk organik dapat menjadi bagian penting dari transformasi menuju sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, terutama ketika penggunaannya dipadukan dengan pengelolaan tanah yang tepat dan strategi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal.

Catatan: Kebijakan dan target pertanian organik dapat berubah dari waktu ke waktu. Untuk publikasi final, data angka, status kebijakan, dan target masing-masing negara sebaiknya diverifikasi kembali menggunakan sumber resmi pemerintah atau lembaga internasional terbaru.

MULTI PLANT - Pupuk Organik Cair

MULTI PLANT

Pupuk Organik Cair (POC) Unggulan

Dosis Takaran 200 mili liter per 16 liter air.

Beda Tanaman Beda Takaran dan Dosis.

Harga Paket Hemat:
Rp 200.000,00 isi 5 Liter
💬 Hubungi Kami via WhatsApp
📦

🛵

Layanan Pesan Antar tanpa Ongkos Kirim

Khusus area Solo Raya: Kota Solo, Kab. Karanganyar, Kab. Boyolali, Kab. Sukoharjo, Kab. Klaten dan Kab. Sragen.