Lompati ke konten utama
📖
Daftar Artikel dan Petunjuk Penggunaan
Artikel pertanian, pupuk, bisnis, peluang usaha.
→

Keunggulan Urin Kelinci untuk Pupuk Tanaman

Urin kelinci merupakan bahan baku pupuk organik cair (POC) unggulan karena memiliki kandungan Nitrogen (N) tertinggi di antara ternak ruminansia/mamalia kecil, kaya akan zat pemacu tumbuh, serta dapat diserap tanaman secara instan dibanding kotoran padat.


​1. Keunggulan Urin Kelinci Dibanding Urin Ternak Lain (Sapi & Kambing)

  • ​Kandungan Unsur Hara (NPK) Lebih Tinggi: Urin kelinci memiliki konsentrasi nutrisi makro yang jauh lebih pekat.
    • ​Urin Kelinci: Nitrogen (N) ~2,7%, Fosfor (P) ~0,87%, Kalium (K) ~0,53%.
    • ​Urin Kambing/Domba: Nitrogen (N) ~1,47%, Fosfor (P) ~0,05%, Kalium (K) ~1,96%.
    • ​Urin Sapi: Nitrogen (N) ~1,00%, Fosfor (P) ~0,15%, Kalium (K) ~1,00%.
    • ​Dampaknya: Tingginya kadar Nitrogen membuat POC urin kelinci sangat efektif mendorong fase vegetatif (pembentukan daun, pembesaran batang, dan warna hijau daun).

  • ​Kaya Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami: Urin kelinci mengandung hormon alami seperti auksin dan giberelin hasil metabolisme pakan hijauan dan konsentratnya. Hormon ini merangsang pembelahan sel, mempercepat perakaran, serta merangsang pembungaan.

  • ​Konsentrasi Cairan Lebih Pekat: Sistem pencernaan dan ginjal kelinci menyerap air dengan sangat efisien, sehingga urin yang dihasilkan lebih pekat (rasio unsur hara per liter cairan lebih tinggi dibanding sapi yang banyak minum dan mengeluarkan urin encer).

​2. Keunggulan Urin Kelinci (POC) Dibanding Kotoran Padat (Sapi & Kambing)


  • ​Kecepatan Penyerapan (Fast-Release):
    • ​Urin (POC): Nutrisi sudah dalam bentuk terlarut. Saat disemprotkan ke daun (foliar spray) atau dikocor ke tanah, hara langsung masuk melalui stomata daun dan bulu akar tanpa menunggu proses pelapukan lanjutan.
    • ​Kotoran Padat: Bersifat slow-release (pelepasan lambat). Butuh waktu mingguan hingga bulanan bagi mikroba tanah untuk merombak kotoran padat menjadi bentuk anorganik yang bisa diserap akar.

  • ​Fleksibilitas Cara Aplikasi: POC urin kelinci dapat diaplikasikan dengan dua cara: disemprot ke daun untuk penyerapan kilat atau dikocor ke media tanam. Sementara kotoran padat hanya bisa ditabur atau dicampur ke media tanam.

  • ​Bebas Biji Gulma dan Minim Risiko Jamur Patogen: Kotoran padat sapi/kambing yang belum matang sempurna sering membawa biji rumput/gulma yang tidak tercerna, serta berpotensi membawa spora jamur patogen pemicu layu fusarium. Urin bebas dari kontaminasi biji gulma.

  • ​Proses Pengolahan Lebih Ringan & Cepat: Membuat POC dari urin kelinci hanya memerlukan fermentasi anaerob/aerob selama 7–14 hari (ditambah EM4 dan molase/gula) dalam wadah tertutup. Pengolahan kotoran padat membutuhkan lahan luas, pembalikan rutin, dan waktu penyemposan 1–2 bulan.

Catatan Penggunaan: POC urin kelinci bersifat pekat dan memiliki kadar amonia tinggi sebelum difermentasi. Wajib mengencerkan POC matang dengan air (rasio umum 1:10 hingga 1:20 atau 10–20 ml POC per liter air) sebelum diaplikasikan agar tidak membakar daun atau akar tanaman.

MULTI PLANT®

Pupuk Organik Cair (POC) Super Premium

Harga Paket Promo:
Rp 200.000,- (Kemasan Jumbo 5 Liter)
💧
Takaran Dosis Semprot: 200 ml untuk 16 liter air (ukuran 1 tanki semprot).
*Beda jenis tanaman, beda takaran dosis.
📊

Simulasi Pemupukan / Penyemprotan Padi

(Satu kali masa tanam sampai panen)

📌 Rekomendasi Dosis & Kebutuhan Pupuk Lahan 2.500 m²

Untuk hasil terbaik pada lahan 2.500 m², kami menyarankan dosis aplikasi sebagai berikut:

  • Kebutuhan per semprot: 3 tangki (ukuran 16 Liter)
  • Dosis pupuk: 200 ml / tangki
🧮 Estimasi Total Kebutuhan (4x Penyemprotan):
➡ 12 Tangki total semprot
➡ 2.400 ml total pupuk yang dibutuhkan (hanya separo dari jerigen 5 literan!)
Pakai sesuai takaran agar tanaman tumbuh sehat, kuat, dan produktif! 🌾🚜

Pesan sekarang juga dan buktikan sendiri tanah kembali subur, hasil panen melimpah! ✨
Tumbuh bersama, Maju bersama. 🌾

📦

🛵

Layanan Pesan Antar tanpa Ongkos Kirim

Khusus area Solo Raya: Kota Solo, Kab. Karanganyar, Kab. Boyolali, Kab. Sukoharjo, Kab. Klaten dan Kab. Sragen.